Egois, Tenggang Rasa, dan Toleransi

Egois! adalah cap yang kita ingin hindari. Tetapi terkadang kita tidak sadar, apakah kita egois atau tidak. Gambar di bawah mungkin bisa membantu.

Toleransi dan tenggang rasa mempunyai arti yang mirip. Akan tetapi dalam penggunaannya timbul pergeseran arti kurang lebih seperti ini:
Toleransi  adalah cara kita menjaga perasaan kita terhadap perbuatan orang lain.
Tenggang rasa adalah cara kita menjaga perasaan orang lain terhadap perbuatan kita.
Contoh: Orang yang toleransinya tinggi biasanya adalah orang yang pemaaf. Orang yang tenggang rasanya tinggi biasanya selalu berhati-hati dalam tindakannya.



Terlalu toleransi disebut permisif, atau semua boleh. Kurang toleransi disebut fanatik. Sedangkan terlalu tenggang rasa disebut paranoid, atau terlalu takut. Kurang tenggang rasa di sebut cuek, atau ignorance.
Gabungan toleransi dan tenggang rasa disebut tepa salira. Egois adalah jika tenggang rasa lebih kecil dari toleransi
(Egois  Tenggang rasa < Toleransi).

Dari gambar terlihat bahwa area yang baik adalah segi empat di tengah, dimana seseorang mempunyai kadar toleransi dan tenggang rasa dalam batas-batas normal. Dan segitiga yang sebelah atas adalah lebih baik, karena termasuk dalam normal tanpa egois, dimana tenggang rasa seseorang lebih besar dari toleransinya. Orang seperti ini biasanya tidak menimbulkan masalah dengan lingkungan sekitarnya. Sedangkan segitiga normal sebelah bawah adalah normal egois. Orang atau kelompok yang berada di bidang ini cenderung melakukan tindakan-tindakan yang kurang bertenggang rasa dengan lingkungan sekitarnya. Dan karena masih berada dalam batas normal, biasanya mereka bersikeras membenarkan perbuatannya dengan dalih hak asasi manusia, atau bahwa yang mereka lakukan tidak bertentangan dengan hukum. Provokator biasanya beraksi di ujung batas area normal egois ini. Mereka melakukan aksi provokasi dengan perhitungan bahwa pasti akan timbul reaksi dari pihak yang terprovokasi, dimana reaksi tersebut akan berada di luar area normal. Dengan demikian pihak yang bereaksi inilah yang nanti akan dipersalahkan. Sedangkan teroris kemungkinan besar berada di daerah kiri bawah, cuek-fanatik.

Ini hanya salah satu cara melihat egoisme. Nah, kira-kira posisi kita dimana? Mari kita berkaca, dan mulai belajar untuk menertawakan diri sendiri.

1 komentar: